Minggu pagi di Desa Petir terasa sedikit berbeda. Di tengah suasana desa yang masih sejuk dan aktivitas warga yang mulai berjalan, ibu-ibu Desa Petir berkumpul untuk mengikuti senam bersama yang diselenggarakan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Dengan pakaian olahraga dan wajah penuh semangat, mereka mengikuti setiap gerakan yang dipandu. Musik yang mengiringi senam membuat suasana pagi semakin ramai dan penuh keceriaan.
Kegiatan senam ini menjadi salah satu program Tim KKN UNNES yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi ruang bagi ibu-ibu untuk meluangkan waktu sejenak dari berbagai kesibukan sehari-hari. Di tengah rutinitas mengurus keluarga dan berbagai aktivitas lainnya, senam bersama menjadi kesempatan untuk bergerak sekaligus berkumpul dengan warga lainnya.
Kegiatan senam ini menjadi salah satu program Tim KKN UNNES yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Pelaksanaannya dilakukan secara bergantian di dua lokasi, yaitu di samping Lapangan SD V Petir dan di GOR Balai Desa Petir. Pergantian lokasi tersebut membuat kegiatan terasa lebih bervariasi sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak warga untuk ikut berpartisipasi.
Gerakan demi gerakan dilakukan bersama. Mulai dari pemanasan, gerakan inti, hingga pendinginan, semuanya berlangsung dalam suasana santai dan penuh antusias. Peserta tidak dituntut memiliki kemampuan olahraga tertentu. Setiap ibu dapat mengikuti gerakan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Yang terpenting adalah tetap bergerak, berkeringat, dan menikmati suasana kebersamaan.
Bagi ibu-ibu Desa Petir, kegiatan ini perlahan menjadi rutinitas yang dinantikan setiap akhir pekan. Kesibukan sehari-hari terkadang membuat waktu untuk berolahraga menjadi terbatas. Kehadiran Tim KKN UNNES melalui kegiatan senam rutin ini menjadi salah satu cara sederhana untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh.
Suasana senam pun terasa jauh dari kata formal. Sesekali terdengar tawa ketika ada peserta yang terlambat mengikuti gerakan atau ketika gerakan tertentu terasa cukup menantang. Canda dan tawa tersebut justru membuat kegiatan semakin hidup. Tidak hanya tubuh yang bergerak, interaksi antarwarga pun ikut terbangun.
(Foto saat senam Bersama di lapangan gemawang. Dok:Tim Kkn Unnes Desa Petir)
“ Asik banget ini ada mas-mas dan mba-mba kkn yang rutin menyelenggarakan kegiatan senam Bersama. Biasanya kami harus nyewa instruktur dulu atau pergi ke desa lain untuk bisa mengikuti senam Bersama” Ujar salah satu ibu ibu peserta senam.
Bagi Tim KKN UNNES, kegiatan ini bukan hanya tentang mengajak masyarakat berolahraga. Lebih dari itu, senam bersama menjadi sarana untuk membangun kedekatan dengan warga sekaligus menumbuhkan kebiasaan hidup aktif. Melalui kegiatan yang sederhana dan dilakukan secara rutin, masyarakat diajak untuk menyadari bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari hal kecil.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Aktivitas olahraga secara rutin menjadi salah satu langkah untuk mendorong masyarakat menerapkan pola hidup aktif dan menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan senam turut mendukung semangat SDGs 5: Kesetaraan Gender, dengan memberikan ruang bagi perempuan untuk aktif dalam kegiatan masyarakat sekaligus memiliki kesempatan untuk memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan diri. Kebersamaan yang terbangun dalam ke giatan tersebut juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Tim KKN UNNES berharap kegiatan senam ini dapat terus berjalan dan menjadi kebiasaan positif bagi masyarakat Desa Petir, bahkan setelah masa pelaksanaan KKN berakhir. Dengan adanya keberlanjutan dari masyarakat, kegiatan sederhana ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih panjang.
Pada akhirnya, senam mingguan di Desa Petir bukan sekadar aktivitas olahraga. Di balik gerakan yang dilakukan bersama, terdapat semangat untuk menjaga kesehatan, mempererat kebersamaan, dan menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih aktif dan sehat.
Satu jam bergerak bersama mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dilakukan secara rutin, kegiatan tersebut dapat menjadi langkah kecil yang berarti menuju kehidupan masyarakat Desa Petir yang lebih sehat, bugar, dan sejahtera.