(Foto saat TIM KKN menyambangi SD yang ada di desa Petir. Dok: TIM KKN UNNES)
Kesadaran untuk hidup bersih dan sehat tidak muncul begitu saja. Kebiasaan tersebut perlu dikenalkan dan dibangun sejak usia dini, terutama kepada anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan. Hal inilah yang menjadi perhatian Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui kegiatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang menyasar seluruh SD yang ada di Desa Petir.
Kegiatan PHBS dilaksanakan dengan suasana yang santai dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya diajak mendengarkan materi, tetapi juga terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung. Cara tersebut dipilih agar pesan mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat dapat diterima dengan lebih mudah tanpa membuat anak-anak merasa sedang mengikuti pembelajaran yang kaku.
Dalam kegiatan tersebut, Tim KKN UNNES mengenalkan berbagai kebiasaan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan tempat tinggal.
Salah satu hal yang ditekankan adalah kebiasaan mencuci tangan. Bagi sebagian anak, mencuci tangan mungkin terlihat sebagai aktivitas sederhana yang dilakukan begitu saja. Namun, melalui kegiatan ini, mereka diajak memahami bahwa mencuci tangan dengan benar merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit.
Tidak hanya memberikan penjelasan, Tim KKN UNNES juga mengajak anak-anak mempraktikkan secara langsung kebiasaan tersebut. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Suasana menjadi semakin hidup ketika mereka diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta berbagi pengalaman mengenai kebiasaan menjaga kebersihan yang sudah mereka lakukan di rumah maupun di sekolah.
Menurut Tim KKN UNNES, edukasi seperti ini penting dilakukan karena kebiasaan baik akan lebih mudah terbentuk apabila dikenalkan sejak dini. Anak-anak diharapkan tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengajak orang-orang di sekitarnya melakukan hal yang sama.
Kegiatan PHBS ini pada akhirnya bukan sekadar menyampaikan materi tentang kebersihan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan kelas, dan merawat lingkungan merupakan kebiasaan sederhana yang dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan bersama-sama.
(Foto saat TIM KKN menyambangi SD yang ada di desa Petir. Dok: TIM KKN UNNES)
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Edukasi PHBS mendorong anak-anak untuk mengenal pentingnya menjaga kesehatan, mencegah penyakit, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sejak dini.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas. Melalui penyampaian materi yang interaktif dan praktik langsung, anak-anak memperoleh pengetahuan serta keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan kesehatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang sadar akan kebersihan dan kesehatan.
Kegiatan PHBS juga berkaitan dengan SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, terutama melalui pengenalan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan tersebut merupakan langkah sederhana, tetapi penting untuk menjaga kebersihan diri dan mencegah penyebaran penyakit.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN UNNES berharap anak-anak di Desa Petir dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya peduli terhadap kesehatan diri sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. Kebiasaan yang ditanamkan hari ini diharapkan dapat terus terbawa hingga mereka dewasa.
Bagi Tim KKN UNNES, kegiatan PHBS menjadi salah satu bentuk kontribusi sederhana dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat di Desa Petir. Sebab, membangun masyarakat yang sehat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, perubahan justru berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan sejak dini dan diterapkan secara konsisten.